Pengaruh Penggunaan Bottom Ash Sebagai Pengganti Semen Terhadap Nilai Kuat Tekan dan Kemampuan Resapan Air Struktur Paving

Agoes Soehardjono, Prastumi Prastumi, Taufik Hidayat, Gagoek Soenar Prawito

Abstract


Paving block saat ini semakin diminati sebagai bahan perkerasan jalan. Hal ini dikarenakan paving block mempunyai sedikit nilai seni karena bentuk dan pola pemasangannya yang bervariasi, selain itu biaya yang dikeluarkan lebih sedikit daripada bahan perkerasan jalan lainnya, misalnya aspal. Dengan kenyataan tersebut maka bahan yang digunakan akan semakin berkurang, terutama semen yang tergantung pada bahan asli yang terdapat pada daerah tertentu. Oleh karena itu, penulis berfikir untuk mencari bahan yang dapat dimanfatkan sebagai semen, dalam hal ini dipilih bottom ash.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penyerapan air dan kuat tekan yang terjadi dan untuk mengetahui mutunya yang sesuai dengan SNI 03-0691-1996 dengan penggunaan bottom ash sebagai pengganti semen. Pembuatan paving block menggunakan pasir lumajang, semen Gresik tipe PPC, air yang berasal dari PDAM di daerah pabrik pembuatan dan bottom ash yang berasal dari PLTU di Rembang.Paving block dibuat dengan ukuran 20 × 10 dengan tebal 6 cm dan dibuat dengan kompoisi 1 semen dan 3 pasir. Benda uji dibuat dengan 9 variasi, yaitu 0%, 25%, 30%, 35%, 40%, 45%, 50%, 55% dan 60% dari berat semen. Setiap variasi akan dibuat 10 buah benda uji untuk pengujian penyerapan air dan 15 buah benda uji untuk pengujian kuat tekan. Hasil pengujian gradasi pasir menunjukkan bahwa pasir termasuk dalam zona 2 yang berarti termasuk pasir agak kasar. Dari hasil pengujian penyerapan air dan kuat tekan paving block, diketahui bahwa penggunaan 25%, 30%, 35% dan 40% termasuk antara mutu A dan mutu B, penggunaan 45% termasuk antara mutu B dan mutu C dan 50%, 55% dan 60% termasuk antara mutu C dan mutu D.

 


Keywords


bottom ash; kuat tekan; paving block; penyerapan air; semen

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.