Analisis Perbandingan Risiko Kontrak Lumpsum Dan Kontrak Unit Price (Studi Kasus Kontraktor di Kota Samarinda Kalimantan Timur)

Heru Bawono, Alwafi Pujirahardjo

Abstract


Dalam setiap usaha akan selalu muncul secara berdampingan 2 (dua) hal yang kontradiktif yaitu peluang memperoleh keuntungan dan risiko menderita kerugian, termasuk dalam usaha jasa konstruksi. Risiko menderita kerugian ini dapatdiantisipasi dengan menganalisis jenis kontrak jasa konstruksi yang digunakan,yaitu dengan membandingkan risiko biaya, waktu dan mutu konstruksi kontrak Lumpsum dengankontrak Unit Price dari perspektif kontraktor selaku penyedia jasa. Metode yang digunakan adalah Metode Analytic Hierarchy Process (AHP). Prosesanalisis dimulai dengan mendefinisikan masalah, dan membuat struktur hierarki.Hirarki ini terdiri dari 3 (tiga) level yaitu tujuan (level I), kriteria (level II), danalternatif (level III).Berdasarkan hirarki tersebut kemudian disusun kuesioner.Penyebaran kuesioner dilakukan pada 31 responden yang terdiri dari kontraktor diKota Samarinda. Data yang diperoleh kemudian ditabulasikan, dilanjutkan denganmembuat matrik berpasangan, melakukan perbandingan berpasangan, mengukurbobot prioritas untuk level II dan level III. Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan diperoleh perbandingan risiko dapat mengefisienkan biaya pada kontrak unit price lebih tinggi dibandingkan dengan kontrak lumpsum dengan perbandingan 81,36% : 18,64%. Risiko efisiensi waktu kontrak unit price lebih efisien waktu daripada lumpsum dengan perbandingan 60,79% : 39,21. Sedangakan kualitas yang dihasilkan antar kedua jenis kontrak memiliki bobot prioritas yang hampir sama 56,33% : 43,67%.Jadi, kontraktor yang menggunakan kontrak unit price lebih efisien terhadap biaya, waktu dan mutu daripada kontraktor dengan kontrak lumpsum.

 


Keywords


risiko; kontrak; Analytic Hierarchy Process (AHP).

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.