Pengaruh Variasi Lama Perendaman, Energi Pemadatan, dan Kadar Air Terhadap Pengembangan (Swelling) dan DDT Ekspansif di Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi

Suroso Suroso, Widodo Suyadi, Herlien Indrawahyuni, Yulvi Zaika

Abstract


Kabupaten Ngawi merupakan perbatasan antara Provinsi Jawa Timur dan Provinsi Jawa Tengah. Prasarana Jalan raya yang baik sangat diperlukan disana, untuk menunjang aksesibillitas antara kedua provinsi tersebut. Namun pada kondisi sebenarnya jalan disepanjang pada daerah tersebut mengalami kerusakan, dan kerusakan terparah terdapat di daerah Paron. Hal ini tidak lain Karena kandungan tanah yang ekspansif yang ada di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk menetahui pengaruh besarnya energy pemadatan, lama perendaman, dan kadar air terhadap pengembangan ( Swelling ) dan DDT pada tanah lempung di kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi. Untuk penelitian variasi lama perendaman dilakukan 5 perlakuan, dimana masing-masing perlakuan terdiri dari 3 buah benda uji yang sudah dalam kondisi kadar air optimum, setelah itu dilakukan pengujian pemadatan dengan 5 variasi lama perendaman yaitu, 0 hari, 1 hari, 4 hari, 7 hari, dan 10 hari. Untuk penelitian energi pemadatan digunakan 3 variasi yaitu 718,02 Kj / m 3 , 1436,04 Kj / m JURNAL REKAYASA SIPIL / Volume 7, No.1 – 2013 ISSN 1978 - 5658 3, dan 2872,07 Kj / m . Untuk penelitian variasi kadar air digunakan sebesar 15,169 %, 20,169%, 25,169%, 30,169%, dan 40,169%. Pada Penelitian dilakukan tes CBR untuk masing – masing variasi lama perendaman dan hasilnya semakin lama perendaman yang diberikan pada suatu tanah akan membuat nilai CBR semakin rendah dan Daya Dukung Tanah juga rendah. Untuk uji swelling didapatkan hasil bahwa semakin banyak perendaman yang diberikan semakin besar juga swelling yang terjadi pada suatu sampel tanah. Untuk penelitian variasi energy pemadatan didapatkan hasil bahwa Semakin besar energy pemadatan yang diberikan maka nilai CBR dan pengembangan ( Swelling ) yang terjadi juga akan semakin besar, begitu pula sebaliknya. Untuk penelitian variasi kadar air didapatkan hasil bahwa Penambahan kadar air pada sampel pemadatan mengakibatkan nilai pengembangan semakin rendah, begitu pula dengan DDT yang terjadi. Namun pada kondisi tanah yang telah direndam beberapa hari, semakin tinggi penambahan kadar air dikondisi awal membuat perubahan nilai CBR dan DDT semakin kecil.

 


Keywords


Perendaman; Energi pemadatan; Kadar air; tanah lempung ekspansif; Swelling; CBR; Daya Dukung Tanah

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.