Model Peluang Kecelakaan Sepeda Motor Berdasarkan Karakteristik Pengendara (Studi Kasus: Surabaya, Malang Dan Sragen)

Tyas Permanawati, Harnen Sulistio, Achmad Wicaksono

Abstract


Meningkatnya jumlah pengguna sepeda motor di Indonesia mengiringi meningkatnya kecelakaan yang  melibatkan sepeda motor dimana lebih banyak dibanding mobil penumpang dan manusia merupakan faktor  paling dominan penyebab terjadinya kecelakaan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui model peluang  kecelakaan sepeda motor berdasarkan karakteristik pengendara ditinjau terhadap aspek sosio-ekonomi,  pergerakan dan perilaku. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif dan regresi logistik dengan  menggunakan data hasil kuesioner yang dilakukan pada 370 responden di Surabaya, 100 responden di  Malang dan 101 responden di Sragen. Hasil analisis menunjukkan sebagian besar pengendara sepeda motor  di Surabaya, Malang dan Sragen berjenis kelamin laki-laki, pendidikan terakhir SMU, usia responden  tertinggi 21-25 tahun di Surabaya (18,1%), Malang (24%) dan usia 15-20 tahun di Sragen (34%). Pekerjaan  sebagai pegawai swasta tertinggi di Surabaya (42,7%) dan Malang (42%), sedangkan di Sragen tertinggi  adalah wiraswasta (25,7%). Di Surabaya, Malang dan Sragen sebagian besar melakukan pergerakan untuk  tujuan bekerja. Di Surabaya responden paling banyak memperoleh SIM melalui ujian dan praktek, di Malang  dan Sragen paling banyak memperoleh SIM tidak melalui ujian. Responden yang pernah mengalami  kecelakaan sepeda motor di Surabaya 57,6%, di Malang 69% dan di Sragen 70,3%.

Model peluang yang berpengaruh meningkatkan kecelakaan di Surabaya: P(xi) =  1/[1+e-(0,665+0,591X3,2+1,823X4,1+0,594X4,2 ) ], dengan X3,2 = kadang-kadang berkendara dengan kecepatan > 40  km/jam, X4,1 = sering menyalip dua kendaraan sekaligus, X4,2 = kadang-kadang menyalip dua kendaraan  sekaligus. Model yang dihasilkan di Malang: P(xi) = 1/[ 1+e- (0,687+1,511X3,2 ) ], dengan X3,2 = pekerjaan  sebagai pegawai swasta. Model yang dihasilkan di Sragen: P(xi) = 1/[ 1+e -( 0,392 +0,193X2 ) ], dengan X2 =  pengetahuan berkendara. Rekomendasi program aksi yang diusulkan untuk Surabaya meliputi: perbaikan  perilaku melalui pendidikan, penegakan hukum dan keterlibatan pemangku keputusan; untuk Malang  meliputi: perbaikan sistem pemberian SIM, penegakan hukum dan keterlibatan pemangku keputusan; untuk  Sragen meliputi: meningkatkan pengetahuan berkendara, penegakan hukum dan keterlibatan pemangku  keputusan.

 


Keywords


karakteristik pengendara; peluang kecelakaan; sepeda motor

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.