Pengaruh Temperatur dan Perendaman Lumpur Lapindo Terhadap Nilai Stabilitas Campuran Aspal Beton (Laston)

Hendi Bowoputro, Amelia Kusuma Indriastuti, Asrizal Fahmi Hatta

Abstract


Lumpur panas Lapindo yang merusak sebagian badan jalan Tol Surabaya-Malang pada KM 38-39,seringkali merendam perkerasan pada Jalan Raya Porong saat terjadi kebocoran tanggul. Pada saat terjadikebocoran tanggul lumpur panas Lapindo maka lapis perkerasan pada Jalan Raya Porong menjadi terendam.Lumpur panas yang keluar disertai gas hidrogen sulfida (H2S) juga mengandung berbagai macam zat kimia danlogam dengan temperatur awal yang cukup bervariasi. Hal ini diprediksi akan berpengaruh terhadap kekuatan(stabilitas) lapis perkerasan aspal beton pada Jalan Raya Porong.

Penelitian dilakukan untuk mengetahuipengaruh variasi temperatur lumpur panas Lapindo dan lama waktu perendaman terhadap nilai stabilitascampuran Laston.Penelitian ini menggunakan 4 variasi temperatur, yaitu 250C, 500C, 750C, dan 1000C dengan 5 variasiwaktu perendaman, yaitu 1, 7, 14, 21, dan 28 hari. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa pada setiapperlakuan temperatur perendaman 500C, nilai stabilitas benda uji selalu lebih tinggi dibanding dengan yang padaperendaman 250C, dan terjadi penurunan nilai stabilitas pada skenario 750C serta 1000C. Diketahui pula bahwabenda uji yang direndam pada temperatur 1000C selama 28 hari telah mengalami penurunan nilai stabilitas dari1456.5 kg (tanpa perendaman) menjadi sebesar 689.1 kg, yang berarti terjadi penurunan lebih dari50%.Kesimpulan yang diperoleh adalah temperatur dan lama perendaman telah menurunkan nilai stabilitas atauberdampak negatif pada stabilitas LASTON.

 


Keywords


jalan; lumpur; LAPINDO; LASTON; perendaman; stabilitas; temperatur

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.